Selasa, 29 Januari 2008

Pada denyut angin bebukitan
Kugantung makna tanpa kata
Menyelinap beriring mewarnai malam
Dan mengutuk diri, di mana sesungguhnya aku berdiri
Menemukan nafasku, yang diam pada hitam-putih
Sebuah labirin.

Aku tetaplah hitam melegam
Begitu diriku memutih melepas kelam,
Aku tetaplah putih yang meletih
Begitu diriku mencekam memburu gelap
Disinilah! Aku duduk bersama sejarah,
Bahwa aku bukanlah hitam-putih
Begitu siang dan malam berhenti
Membicarakan arti dari semesta.
Disitulah! Camus telah menantang absurditas
Membunuhi baying-bayang hidup
Menyelam bersama Mite Sisifus.
Kemudian, kubangun istana puisi
Mengisi matahari pada sisi gelap Tuhan,
Lalu baru kusadari, Nietszche telah berdamai dengan-Nya
Dalam pertemuan tanpa siang dan malam

Oleh: M. Idris